feyah boo – rura – m’fou gu ano
oleh
Hamah Sagrim
Perdagangan tradisional di daerah maybrat imian sawiat.
Perdagangan tradisional antar klen orang Maybrat, Imian, Sawiat (Feah Boo, Rura, Mfou Guano) merupakan aktivitas yang umum dalam kehidupan mereka. Dalam masyarakat-masyarakat di daerah maybrat, Imian, Sawiat, berdagang tidak hanya berarti tukar menukar barang yang kurang diperlukan dengan benda-benda lain yang tidak diperlukan (Guwiat) atau kemudian pertukaran barang yang sangat diperlukan dengan benda-benda yang melambangkan ukuran nilai tertentu, tetapi didorong oleh keinginan untuk memperbesar rasa solidaritas antara orang-orang yang saling bertukar-tukaran kain timur (feah Boo) atau karena keinginan kedua belah pihak untuk menaikkan gengsi dengan memberikan kain timur yang lebih berharga daripada yang diterimanya. Gejala pertukaran kain timur seperti itu dibedakan atas 3 bagian besar sebagaimana yang lazim dilakukan, yaitu :
Feah Boo
Feah boo adalah pemberian kain timur kepada saudara atau saudari untuk menyelesaikan persoalan seperti denda masalah (Bo hlat, Boke) atau membayar maskawing (Boyi). Pemberian atau pertukaran kain timur seperti ini feah boo selalu diadakan suatu kesepakatan bahwa yang dibantu akan bertanggung jawab untuk mengembalikan kain timur (Boo) yang serupa plus ditambahkan dengan beberapa kain timur (Boo) sebagai bunga. Pengembalian ini biasa disebut Tho Boo atau masi bah, atau juga Me Fe Too, bergantung besar kecilnya keterlibatan klen yang ikut merasakan pertukaran kain timur itu.
mfou gu ano
Mfou gu ano merupakan aktivitas orang Maybrat, Imian, Sawiat, yang mana mfou gu ano berarti kerabat dari mempelai perempuan memberi bantuan kain timur kepada kerabat mempelai laki-laki melalui isteri mempelai laki-laki dengan perjanian tertentu atau sebagai suatu pinjaman yang mana suatu saat nanti akan dikembalikan dengan porsen beberapa kain sebagai imbalan dan ucapan terima kasih. Model ini sangat lazim dilakukan oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, semenjak dulu hingga saat ini.
Tho Boo → pengembalian kain dalam jumlah klen kecil sebagai penghargaan.
Masibah → pengembalian kain timur dalam jumlah klen yang besar
Me fe too → pengembalian kain timur dalam jumlah klen yang lebih dari besar (melibatkan semua klen)
Pola dan sistem Penerapan Politik Kekuasaan terbatas seorang bobot (big man) melalu perdagangan kain timur dan perkawinan keluar.
Inti pola penerapan kekuasaan terbatas oleh seorang bobot (big man) adalah sebagai berikut:
Orang Maybrat, Imian, sawiat, hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature), yaitu kondisi hidup merka mulai dari system klen, atau marga, atau keret, dan setelah itu melalui perkawinan keluar sehingga terbentuklah kekerabatan patrilineal yang mana pada akhirnya mereka menjadi hidup bersama. Dalam kondisi alamiah mereka, yaitu kondisi hidup mereka di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi dalam kehidupan mereka yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. Ini disebut sebagai kehidupan pada masa prapolitik, yang mana orang Maybrat, Imian, Sawiat, merasa bebas, sederajat, dan merdeka.
Setiap orang Maybrat, Imian, Sawiat, mula-mula merasa bahwa mereka memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di dalam kehidupan mereka dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif tertentu.
Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan, orang Maybrat, Imian, Sawiat, namun mereka bukan berada pada keadaan kebebasan penuh. Merekka pun juga bukan masyarakat yang tidak beradab, tetapi mereka adalah masyarakat anarki yang beradab dan rasional. Orang Maybrat, Imian, Sawiat, tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan diri mereka atau apa yang menjadi milik mereka. Tetapi pada akhirnya prinsip ego yang membuatnya merasa dirinya gengsi sehingga mengakibatkan pemikiran bersaing yang pada akhirnya menjadikannya timbul konflik.
Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam, terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui, diterima, dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. Orang Maybrat, Imian, Sawiat, telah menetapkan aturan-aturan pada Teologia Wiyon-wofle sebagai penyeleksi dosa (iro) yang biasanya akan diadakan setiap saat untuk pengakuan dosa. Ini disebut dengan (tgif iro) atau upacara pengakuan dosa. Dan salah satu aturan lainnya adalah hokum isti, yang sangat begitu keras dengan aturan-aturannya.
Setiap orang Maybrat, Imian, Sawiat, tidak menyerahkan kepada komunitas lain tentang hak-hak alamiahnya yang substansial, tetapi mereka akan tetap dengan menjalankan hak-hak untuk melaksanakan hukum alam.
Hak yang diserahkan oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat, secara individu kadang kala diberikan kepada orang sebagai individu, adajuga yang diberikan kepada kelompok tertentu, bahkan kepada seluruh komunitas.
Perdagangan kain timur dan Perkawinan keluar adalah jalinan untuk membentuk suatu masyarakat politik. Ketika masyarakat itu telah terbentuk, kemudian harus membentuk system kekerabatan patrilineal yang dilanjutkan dengan membentuk suatu sistem strata sosial yang tepercaya sehingga sosok yang begitu terlihat berwibawa dan terkaya diantara mereka akan diangkat secara otomatis sebagai seorang bobot (big man) sesuai dengan criteria yang telah dilihat untuk memimpin kelompok sosial masyarakat tertentu guna mencapai sasaran tertentu.
Seorang bobot (bigman) adalah pemimpin tertinggi dilingkungan masyarakat Maybrat, Imian, Sawiat, mula-mula. Seorang bobot ini kemudian bermain kain timur dan melakukan perkawinan keluar yang mana didalamnya terselubung maksud dan tujuan tertentu yang akan dicapai kemudian. Ini merupakan awalan orang Maybrat, Imian, Sawiat, mengenal bermain politik. Permainan politik melalui bermain kain timur dan perkawinan keluar sebagai suatu strategi menghimpun kekerabatan yang banyak dan kerabat-kerabat tersebut dijadikan sebagai pengikut sehingga dengan sendirinya pelaku akan dikatakan sebagai seorang pemimpin atau bobot. Sistem ini dalam kehidupan tradisional orang Maybrat, Imian, Sawiat, yang mana seorang bobot (big man) adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan, sedangkan sebagai pewaris ia adalah penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. Inilah pola dan sistem kekuasaan terbatas yang dilakukan oleh seorang bobot (big man).
MEMBEDAH KESAMAAN – KESAMAAN ANTARA
TEOLOGI WIYON-WOFLE DAN TEOLOGI KRISTEN
oleh
hamah sagrim
A. Kesamaan antara k’wiyon-mbol wofle (kemah wiyon-wofle) dan Kemah Musa.
1. Dalam teologi wiyon-wofle, mengajarkan tentang Tabernakel wiyon-wofle yang disebut k’wiyon-mbol wofle, yang dikembangkan dalam teologi tradisional suku Maybrat, Imian, Sawiat, Papua Barat, yang disebut wiyon-wofle. K’wiyon-mbol wofle ini dibangun sebagai bait suci dan rumah yang sakral - mbau, yang mana k’wiyon-mbol wofle ini dibangun sebagai rumah wiyon-wofle (Tuhan) dan tempat meletakkan tabut perjanjian. Demikian dalam teologi Kristiani yang juga mengajarkan tentang tabernakel Musa sebagai tempat meletakan tabut perjanjian Allah. Dalam kitab keluaran, Imamat, dan Bilangan yang menceriterakan tentang kemah Musa sebagai tempat kediaman Allah.
2. K’wiyon-mbol wofle, menyatakan banyak hal tentang wiyon-wofle, demikian kemah Musa menyatakan banyak kebenaran tentang Allah. Yesus berkata, “Musa telah menyurat tentang Aku, Yohanes 5:46; Luk. 24:27,44.
3. K’wiyon-mbol wofle, menggambarkan TELADAN serta RENCANA wiyon-wofle, maksud dan metode wiyon-wofle.
Sebagaimana dalam 1 Korintus 10:11;Ibrani 10:1, menyatakan bahwa kemah Musa menggambarkan TELADAN ALLAH serta RENCANA ALLAH, maksudnya dan metodenya bagi segala zaman dan teristimewa bagi akhir zaman.
B. Berita dari k’wiyon-mbol wofle – berita dari kemah Musa
1. k’wiyon-mbol wofle dengan struktur dan perkakas-perkakasnya menggambarkan sifat-sifat wiyon-wofle dan rencana penebusan bagi umatnya.
K’wiyon-mbol wofle mengajarkan kepada orang Maybrat, Imian, Sawiat, bahwa pendekatan kepada wiyon-wofle adalah berdasarkan imam besarnya (Raa bam-Na tmah) dan korban. Untuk menghampiri wiyon-wofle, mereka harus melalui Raa bam-Na tmah (imamat) dengan membawa korban (bo smot).
§ Waif dan bofit sebagai dasar persekutuan dan berkat.
§ Waif dan bofit merupakan barang yang paling berharga.
Dalam teologi wiyon-wofle, waif dan bofit merupakan lambang persatuan antara manusia dan wiyon-wofle. Waif dan bofit merupakan sesuatu yang paling berharga karena;
1. Setiap Raa wiyon-Na wofle ditebus dengan waif dan bofit.
2. Dibenarkan oleh waif dan bofit.
3. Dimenangkan karena waif dan bofit.
4. Diperdamaikan karena waif dan bofit.
5. Mereka akan memiliki warisan yang kekal oleh waif dan bofit.
![]()
K’wiyon = Rumah suci, tabernakel, bait Allah dalam sebutan bahasa Maybrat.
Bol wofle = Rumah suci, tabernakel, Bait Allah dalam sebutan bahasa sawiat dan imian.
Menurut teologia wiyon-wofle, jika seseorang yang sudah meminum air cawan dari waif dan memakan bofit, maka ia telah mengikat dirinya menjadi satu dengan wiyon-wofle dan ketika ia melakukan zinah, maka ia adalah orang yang tidak layak sebagai umat wiyon-wofle atau bukan lagi disebut Raa wiyon-Na wofle (ytah kon).
Kemah Musa juga menggambarkan sifat-sifat Allah dan rencana penebusan bagi umat manusia, sebagaimana terlihat pada struktur dan perkakas-perkakasnya. Kemah Musa mengajarkan kepada bani Israel bahwa pendekatan kepada Allah adalah berdasarkan imamat yang sebagai imam besarnya dan membawa persembahan darah. (Ibrani 10:19-22).
- Darah Kristus adalah dasar persekutuan dan setiap berkat rohani. 1 Yohanes 1:7
- Darah Kristus itulah barang yang paling berharga di surga maupun bumi
a) Ditebus dengan darah – 1 Petrus 1:18-19
b) Dibenarkan oleh darah – Roma 5:9
c) Kemenangan karena darah – wahyu 12:11
d) Diperdamaikan karena darah – kolose 1:20
e) Miliki warisan yang kekal oleh darah – kolose 9:14-15
Waif dalam teologia wiyon-wofle sebagai cawan yang mana cawan itu berwarna merah dan tawar seperti dalam teologia Kristen, cawan berwarna merah (darah) kristus. Suatu simbol atau perlambangan yang sama namun berbeda dalam ucapan, akantetapi sebenarnya tidak terpisahkan karena memiliki makna yang bersesuaian dan sakral.
2. K’wiyon-mbol wofle itu adalah gambaran wiyon-wofle.
Dalam teologia wiyon-wofle, mengungkapkan bahwa dalam kemah k’wiyon-mbol wofle itu adalah gambaran tentang wiyon-wofle yang “berkemah”, diantara manusia, atau Raa wiyon-Na wofle. K’wiyon-mbol wofle adalah tempat dimana wiyon-wofle dinyatakan kepada Raa wiyon-Na wofle (manusia), k’wiyon-mbol wofle adalah tempat korban, k’wiyon-mbol wofle adalah tempat penyucian, k’wiyon-mbol wofle merupakan satu-satunya jalan kepada wiyon-wofle, k’wiyon-mbol wofle adalah tempat perlindungan torat dalam tabut perjanjian, demikian wiyon-wofle adalah perlindungan manusia dalam kepercayaan orang Maybrat, Imian, Sawiat tentang wiyon-wofle, dan hanya di dalam dialah toratnya disempurnakan.
Dalam kitab Yohanes 1:14, menyatakan bahwa kemah Musa itu adalah gambaran Kristus yang “berkemah” di antara umat manusia dan tinggal adalah “berkemah” Ibrani 9:12, Wahyu 21:23. Matius 1:23, menyatakan bahwa kemah Musa adalah tempat dimana Allah dinyatakan kepada manusia, dan 1 Korintus 5:7. kemah adalah tempat korban, Yohanes 15:3, kemah musa merupakan tempat penyucian, Yohanes 10:1;14:6, kemah Musa adalah merupakan satu-satunya jalan kepada Allah, Yohanes 1:14; 14:20-21, torat dalam tabut perjanjian yang dipercik dengan darah. Demikian Kristus adalah perlindungan kita, dan hanya didalam dialah torat disempurnakan didalam kita berdasarkan percikan darahnya.
3. K’wiyon-mbol wofle dalam kepercayaan wiyon-wofle, merupakan gambaran gereja → “k’wiyon-mbol wofle”.
Orang Maybrat, Imian, Sawiat telah meyakini bahwa k’wiyon-mbol wofle merupakan gambaran gereja, sebagaimana k’wiyon-mbol wofle tidak dibuat dengan rancangan manusia (raa iin-na iin), demikian k’wiyon-mbol wofle yang dikehendaki oleh wiyon-wofle harus dibuat menurut rencana dan teladan wiyon-wofle. Tukang-tukang yang membangun k’wiyon-mbol wofle adalah para ahli, keelokan atau keindahan k’wiyon-mbol wofle adalah dibagian dalam, k’wiyon-mbol wofle menjadi sumber terang, perkakas-perkakas (kta) dalam setiap bilik k’wiyon-mbol wofle menggambarkan langkah-langkah bagi kesempurnaan dan kebenaran-kebenaran yang harus dipulihkan.
Teologia Kristen mengungkapkan bahwa, kemah itu adalah gambaran geraja. Dalam kitab “Matius 16:18; 28:20; Keluaran 25:40” yang demikian bahwa kemah musa adalah kemah bukan dibuat dengan rancangan manusia, demikian gereja yang dikehendaki Tuhan harus dibuat menurut rencana dan teladan Ilahi; Keluaran 31:2-6; Efesus 4:11-16; Korintus 2:4” sebagaimana tukang-tukang yang membangun kemah musa haruslah ahli, penuh hikmat dan urapan Roh kudus. Kolose 1:27” keindahan kemah Musa adalah didalamnya bukan diluarnya.
![]()
Raa bam » IMAM besar dalam sebutan bahasa Maybrat.
Na tmah » IMAM besar dalam sebutan bahasa Sawiat, Imian.
Waif » CAWAN – DARAH.
Bo smot » persembahan.
Ytah kon » Hina, melakukan dosa, Berzinah, Keluar dari janjinya.
Hal ini menunjukkan keindahan gereja adalah hal Rohaniah bukan perhiasan lahiriah. Matius 5:14-16, Yohanes 6:48-54. “gereja seharusnya menjadi sumber terang (kaki dian) dan roti hidup (meja roti pertunjukkan) bagi dunia serta perkakas-perkakas dalam setiap bilik kemah menggambarkan jalan dan langkah-langkah bagi gereja untuk memiliki kesempurnaan, bahkan kebenaran-kebenaran yang harus dipulihkan pada akhir zaman ini”.
C. K’wiyon-mBol Wofle — Kemah - diberikan kepada?
1. Orang Maybrat, Imian, Sawiat, percay dan beriman bahwa k’wiyon-mbol wofle (kemah wiyon-wofle) diberikan kepada Raa wiyon-Na wofle, yang mana mereka adalah orang yang terpilih untuk menggenapi rencana wiyon-wofle (Tuhan). Raa wiyon-Na wofle adalah orang-orang pilihan dan mereka yang bukan pilihan wiyon-wofle adalah Raa iin-Na iin.
2. K’wiyon-mbol wofle hanya diberikan atau diperbolehkan kepada Raa wiyon-Na wofle yang mana adalah mereka yang sudah dibasuh dan meminum cawan (mata waif).
3. K’wiyon-mbol wofle hanya diberikan kepada Raa wiyon-Na wofle, yang mana mereka adalah orang-orang pilihan yang matanya sudah dicelikkan dan mengenal akan wiyon-wofle (mait bofit).
Hal-hal semacam ini sangat dijaga ketat kerahasiaannya, terutama mengenai kemah atau k’wiyon-mbol wofle. Mereka yang berhak masuk kemah atau k’wiyon-mbol wofle adalah Raa wiyon-Na wofle, sebagai orang yang terpilih, yang sudah dibasuh dan meminum cawan (mata waif) dan dicelikkan matanya (mait bofit) serta dituntun oleh roh (har).
Kultus ini mengandung makna esensial yang sesuai dengan Kristen, yaitu teologia Kristen mengatakan bahwa kemah Musa diberikan kepada :
![]()
Samu skabuk » sebutan gereja dalam bahasa Maybrat.
Raa iin » Orang awam, atau orang Kafir, masih terikat dengan duniawi, orang yang belum dibaharui oleh wiyon-wofle, dalam sebutan bahasa Maybrat.
Na iin » Orang awam, atau orang kafir, masih terikat dengan duniawi, orang yang belum dibaharui oleh wiyon-wofle. Dalam sebutan bahasa Imian, Sawiat.
Teologia wiyon-wofle mengajarkan bahwa tidak semudahnya bagi setiap orang untuk datang dan masuk kedalam kemah atau k’wiyon-mbol wofle – kemah. Orang yang boleh dan berhak untuk masuk kedalam kemah atau k’wiyon-mbol wofle adalah Raa wiyon-Na wofle (Rasul) dan Raa bam-Na tmah (Imam). Dalam fungsi jabatan, Raa bam-Na tmah adalah imam kepala. Raa bam-Na tmah – imam besar atau imam kepala adalah mereka yang berhak masuk kedalam ruang maha suci (mato ro mbou toni) untuk menerima pesan dan meneruskannya kepada Raa wiyon-Na wofle. Sedangkan Raa wiyon-Na wofle, hanya bisa memasuki ruang suci (kre raa sme), dan bagi orang yang bukan umat pilihan atau (raa iin-na iin), tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam kemah atau k’wiyon-mbol wofle, karena mereka dianggap orang berdosa, mereka masih bersifat keduniawian atau fana. Bagi umat yang dipilih, menurut kultus teologia wiyon-wofle, mereka terlebih dahulu melalui beberapa tahapan yang diproses secara ketat. Tahapan dan proses ini bukanlah sesuatu yang gampang, namun merupakan suatu hal yang begitu rumit dan sakral.
![]()
Raa wiyon » Rasul, Umat pilihan, dalam sebutan bahasa Maybrat
Na wofle » Rasul, Umat pilihan, dalam sebutan bahasa Imian, Sawiat
Yata waif » minum cawan, melambangkan darah
Yait bofit » makan halia (dalam teologia Kristen “makan roti”) melambangkan tubuh dan roh.
Raa iin » Orang yang masih kafir, orang yang dianggap masih penuh keduniawian atau fana, sebutan dalam bahasa Maybrat.
Na iin » Orang yang masih kafir, orang yang dianggap masih penuh keduniawian atau fana, sebutan dalam bahasa Imian, Sawiat.
Sana wiyon » Ujian, proses kelulusan sebagai Raa wiyon-Na wofle kepada para murid wiyon tna-wiyon wefi. Sebutan dalam bahasa Maybrat.
Wiyon tna » sebutan bagi pendeta atau penginjil muda atau murid atau vicaris dalam teologia wiyon-wofle. Sebutan dalam bahasa Maybrat.
Wiyon wefi » sebutan bagi pendeta atau penginjil muda atau vicaris atau murid dalam teologia wiyon-wofle. Sebutan dalam bahasa Imian, Sawiat.
Umat yang terpilih adalah mereka yang dinilai sebagai orang yang baik, memiliki kredibilitas sebagai seseorang yang siap dibimbing dan mereka termasuk orang yang datang dengan hati dan pikiran serta moralitas yang sungguh-sungguh dan telah menyerahkan diri mereka sepenuhnya untuk menerima wiyon-wofle, sebelum ditahbiskan (ra msana), Raa wiyon-Na wofle atau penginjil, mereka harus berpuasa dan dididik dalam beberapa bulan didalam kemah atau k’wiyon-mbol wofle, sebagaimana telah kita uraikan pada bagian inisiasi wiyon-wofle, dan jikalau mereka sudah dewasa dalam tuntunan roh (har), barulah iman mereka diuji (sana wiyon), dan jikalau mereka berhasil melakukan perintah-perintah yang diberikan oleh Raa bam-Na tmah dan Raa wiyon-Na wofle dalam ujian itu, maka mereka bisa pantas disebut Raa wiyon-Na wofle dan mereka bukan lagi wiyon tna atau murid. Artinya k’wiyon-mbol wofle bagi orang-orang yang terhisab kepada “keluarga yang terpilih dalam wiyon-wofle (Raa wiyon-Na wofle) yang berlindung dibawah cawan suci (waif) yang sudah lahir baru dan dipimpin oleh roh suci (har ro mron)”.
Gereja dalam teologia Kristen adalah bagi orang-orang yang terhisab kepada “keluarga yang terpilih” yang berlindung dibawah darah Kristus yang sudah lahir baru dan dipimpin oleh roh kudus. 1 Petrus 1:8−20; 25:5−9; Yohanes 3:3−7; Roma 8:14-16; Kisah Pararasul 2:38-39.
Bahan-bahan Pembangunan — Bo knik knak sgi k’wiyon-mbol wofle
Orang Maybrat, Imian, Sawiat, dalam pembangunan kemah atau sgi k’wiyon-mbol wofle, tidak terikat pada uang dan pada waktu mendirikan kemah k’wiyon-mbol wofle, mereka tidak kekurangan bahan, karena bahan-bahan pembangunan disumbangkan secara gratis.
Sebagaimana bukti setiap kegerakan rohani adalah kelepasan dari uang! Israel juga pada waktu membangun kemah, tidak kekurangan bahan, bahkan Musa harus melarang mereka untuk tidak membawa lagi barang-barang, sebab sudah terlalu banyak barang yang disumbangkan. Keluaran 36:5-7, sayangnya bukan begitu lagi pada hari-hari ini.
K’wiyon-mbol wofle dibangun dengan menggunakan:
Nama Barang _______________________________ Lambang
Kayu (ara) __________________________________ Kemanusiaan
Kain Lenen (bo) ______________________________ Kebenaran, Kebajikan
Kulit Gaharu (aku malak) _______________________ Korban
Rotan warna Keemasan (to atu) ___________________ keAllahan, Kemuliaan, sifat ilahi
Minyak (waif maya) ____________________________ Urapan, Roh suci
Merah (mkek) _________________________________ Darah, Korban
Ungu (mboh mtek) _____________________________ Kerajaan, Penjelmaan
Putih (mboh lak lak) ____________________________ Kesucian, Kemurnian.
Biru (msafom) _________________________________ Langit, Surga.
Kemah Musa dibangun dengan menggunakan :
Nama Barang ____________________________ Lambang
Emas _____________________________________ KeAllahan, Kemuliaan, sifat ilahi
Perak _____________________________________ Gafirat, Penebusan
Tembaga _______________________________ Hukum atas dosa (disertai kemurahan)
Besi ________________________________ Hukum atas dosa (tidak disertai kemurahan)
Kayu ______________________________________ Kemanusiaan
Kain Lenen _________________________________ Kebenaran, Kebajikan.
Kulit _______________________________________ Korban
Minyak _____________________________________ Urapan, Roh Kudus
Dupa _______________________________________ Doa, Penyembahan
Biru ________________________________________ Langit, Surga.
Merah ______________________________________ Darah, Korban.
Ungu ________________________________ Kerajaan, Penjelmaan :Biru+Merah=Ungu
Putih _______________________________________ Kesucian, Kemurnian.
K’wiyon-mbol wofle dibangun berdasarkan
Persembahan tatangan, pergerakan hati, sukarela, ridlah, kasih, (boum) – kata hati, hikmat, roh, teladan-gambar wiyon-wofle.
Kemah Musa dibangun berdasarkan
1) Keluaran. 25:2 → Persembahan dan tatangan
2) Keluaran. 35:21; 36:2 → Gerakan hati
3) Keluaran. 35:5, 21, 22, 29 → Ridlah hati, sukarela
4) Keluaran. 35:36 → Kasih- kata “hati” disebut berulang-ulang kali
5) Keluaran. 35:30-35; 26:31; 36:1-8 → Hikmat
6) Keluaran. 35:30-35; 36:1-3 → Roh Allah
7) Keluaran. 25:9; 40; 26:30;27:8; Bilangan 8:4 → teladan – gambar Allah.
![]()
Har ro mron » Roh suci, dalam sebutan bahasa Maybrat.
Bo knik knak » Bahan-Bahan, dalam sebutan bahasa Maybrat.


Pakaian tradisional, dan bahan-bahan yang diraut untuk membentuk pakaian (kesamaan antara orang afrika dan papua)
penelitian ini telah saya lakukan selama 4 (empat Tahun) dan mendapat penghargaan dari IWG Asia Afrika, dan Sertivikasi sebagai peneliti lepas dan ilmuwan muda pada bulan maret 2009 di Thaksin University yang dihadiri oleh 19 Negara.